Alasan mengapa diri kita masih Singel
Rank News : Alasan mengapa diri kita masih SingelTidak
jarang mungkin anda temui banyak para pasangan yang saling
bercengkrama dan berasmara disekeliling anda, mungkin anda akan merasa
bosan dan jengkel dengan diri anda sendiri yang belum mendapatkan
pasangan dan ditambah dengan cemoohan teman-teman anda yang sering
mengatakan “ kapan mau dapat pacar ?”, “gak bosan sendirian ?”, dengan
berbagai pertanyaan yang seperti itu mungkin akan menimbulkan ketidak
percayaan pada diri anda dalam mencari pacar atau pasangan dalam hidup.
Mungkin Anda
menjadi kesal dan berpikir sebenarnya ini hidup Anda atau hidup mereka?
Kalau seandainya Anda memilih dan memaksakan untuk pacaran yang pada
akhirnya terjadi kekacauan dalam menjalin hubungannya, apakah mereka mau
bertanggungjawab untuk itu? Selain itu, Anda masih punya hal-hal lain
yang lebih penting untuk dikejar. Status lajang berarti kebebasan,
tanggung jawab Anda pun hanya terbatas pada diri sendiri.
Tapi tidak jarang Anda juga mungkin berpikir, "Aku nggak jelek-jelek amat, kenapanggak ada
yang tertarik?", "Apa ada yang salah denganku?", "Mungkin aku harus
menurunkan standarku tentang calon pasangan...", "Kenapa aku tetap
sendirian sementara teman-temanku sudah pada punya seorang kekasih,
"Single sebenarnya enak juga, tapi kadang aku kesepian...". Ada juga
sebagian yang tidak mau mengakui kalau mereka pernah berpikir seperti
itu. Tapi tidak ada yang salah dengan mengakuinya, karena dengan
berterus terang, Anda dapat mencari penyebab pikiran-pikiran itu dan
menemukan jawabannya. Bukan begitu?
Apakah Anda ditakdirkan untuk menjadi lajang selamanya?
Budaya dan tradisi
yang ada di masyarakat ikut menentukan persepsi Anda tentang seperti apa
kehidupan yang "utuh" itu. Persepsi ideal yang umum menggambarkan
seorang pria dan wanita yang saling memadu kasih dalam suatu hubungan.
Lantas bagaimana dengan Anda yang masih belum hidup "utuh"? Apakah Anda
memang ditakdirkan untuk tetap single?
Kadang Anda jadi
bermimpi dan terlalu berfokus pada diri sendiri. Anda terus
bertanya-tanya pada Tuhan tentang keadaan Anda. Padahal seluruh
kehidupan ini tidak hanya berfokus pada diri Anda, ada banyak sisi-sisi
kehidupan yang mungkin terluput dari pandangan Anda selama ini. Saat
Anda memutuskan untuk menyambut, mensyukuri dan menikmatinya, Anda akan
mengetahui sendiri jawabannya selagi Anda berjalan.
Aku bahagia kok dengan status lajangku!
Penyangkalan
terhadap kenyataan bahwa kadang Anda merasa kesepian, kadang Anda juga
ingin punya pasangan, dan lain-lain, sadar atau tidak justru membuat
Anda membangun tembok, bersikap menutup diri dan menunjukkan bahasa
tubuh atau sinyal kalau Anda bisa melakukan semuanya sendiri dan tidak
membutuhkan seorang pasangan dalam hidup Anda.
Walaupun
mungkin Anda bereaksi seperti ini saat orang lain mempertanyakan status
Anda karena gerah dengan pertanyaan mereka, bersikap jujurlah, dan anda
pun akan merasa lebih santai menghadapi mereka.
Kalau Anda berlagak seperti "lone ranger" yang mampu mengatasi semuanya, bisa jadi sikap Anda justru akan membuat orang yang tertarik pada Anda jadi mundur teratur.
Lalu
bagaimana Anda harus bersikap? Tentu saja Anda tidak mau terlihat
terlalu berharap, terlalu agresif atau terlalu defensif. Semuanya
dimulai dari kejujuran Anda kepada diri sendiri, karena apa yang terjadi
di dalam diri Anda, itulah yang akan terlihat dari luar.
Timbulkan rasa percaya dalam diri anda
Banya orang yang tidak percaya dengan dirinya sendiri
dan bepikir bahwa hidupnya memang ditakdirkan untuk hidup sendirian,
dengan asumsi yang demikian perasaan anda dan sikap anda dalam mencari
pasangan juga akan berkurang, maju lah selangkah demi selangkah jika
anda belum yakin seratus persen untuk mencari seorang pasangan dalam
hidup anda, itu jauh lebih baik dari pada anda berpikir bahwa anda
ditakdirkan untuk hidup sendirian.
Sumber : krislostsaga.blogspot.com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar